Skip to content

cerita bokep dua

Cerita selingkuh, Hujan nikmat di siang bolong – 2

Feb 04 2011

Cerita ngentot | Cerita dewasa | Cerita dewasa hot sebelumnya: Cerita selingkuh, Hujan nikmat di siang bolong

Dalam usaha menghindar percikan hujan di dangau Pa’le Aji dan Murni harus duduk meringkuk ketengah amben yang relatip sangat sempit yang tersedia. Artinya seluruh anggota tubuh harus naik ke amben sehingga mau tidak mau mereka harus kembali berhimpitan. Dan sang setan birahi kembali hadir menawarkan berbagai pertimbangan dan keputusan.

Murni yang ditimpa hujan dan hawa dingin menggigil. Demikian juga Pa’le Aji. Untuk menunjukkan rasa iba pada istri keponakannya Pa’le meraih pundak Murni dan membagikan kehangatan tubuhnya. Dan untuk menghormati maksud baik Pa’le nya Murni menyenderkan kepalanya pada dadanya. Walaupun pakaian mereka serba basah tetapi saat tubuh-tubuh mereka nempel kehangatan itu terjadi juga. Dan pelukan yang ini sudah berbeda dengan pelukan saat awal Pa’le Aji membagi payung daun pisangnya tadi. Pelukan yang sekarang ini sudah terkontaminasi secara akumulatip oleh campur tangan sang setan birahi tadi.

Saat kepala Murni terasa pasrah bersender pada dada, jantung Pa’le Aji langsung tidak berjalan normal. Dan tonjolan di celananya membuat susah memposisikan duduknya. Demikian pula bagi Murni. Saat Pa’le nya meraih bahunya untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya dia merasakan seakan Wiji yang meraihnya. Dengan wajahnya yang mendongak pasrah menatap ke wajah Pa’le nya Murni semakin menggigil hingga kedengaran giginya yang gemelutuk beradu. Dan inilah saatnya si setan lewat melemparkan bisikan racunnya yang terakhir kepada Pa’le Aji.

“Ambil!, Ambil!, Ambil!, Ambil!”, dan Pa’le tahu persis maksudnya.

Seperti bunga layu yang jatuh dari tangkainya, wajah Pa’le Aji langsung jatuh merunduk. Bibirnya menjemput bibir Murni yang istri keponakkannya itu. Dan desah-desah lembut dari dua insan manusia itu, membuat seluruh rasa dingin dari baju yang basah dan tiupan angin menderu akibat hujan lebat itu musnah seketika dari persada Pa’le Aji maupun persada Murni. Mereka kini saling melumat. Si setan birahi cepat berlalu untuk menghadap atasannya dengan laporan bahwa otomatisasi setannya sudah ditinggal dan terpasang dalam posisi “ON” pada setiap dada korbannya. Kini dia berhak menerima bintang kehormatan para setan. Dan lumatan lembut menjadi pagutan liar.

Kini lidah dan bibir mereka saling berebut jilatan, isepan dan kecupan. Dan bukan hanya sebatas bibir. Jilatan, isepan dan kecupan itu merambah dan menghujan ke segala arah. Keduanya menggelinjang dalam gelombang dahsyat birahi. Murni menggeliatkan tubuhnya minta agar Pa’le nya cepat merangkulnya. Pa’le Aji sendiri langsung memeluki dada Murni. Wajahnya merangsek payudaranya. Dikenyotnya baju basah penutup buah dadanya. Murni langsung mengerang keras-keras mengalahkan suara hujan. Kaki-kakinya menginjak tepian amben sebagai tumpuan untuk mengangkat-angkat pantatnya sebagai sinyal untuk Pa’le-nya bahwa dia sudah menunggu tindak lanjut operasi cepat Pa’le nya.

Pa’le Aji memang mau segalanya berjalan cepat. Waktu mereka tidak banyak. Segalanya harus bisa diraih sebelum hujan reda. Dan operasi ini tidak memerlukan prosedur formal. Kain penutup tubuh Murni cukup dia singkap dengan tangannya hingga ke pinggang. Nonok Murni yang menggembung nampak sangat ranum dalam bayangan jembutnya yang lembut tipis. Kelentitnya nampak ngaceng mengeras menunggu lumatan lidahnya. Tak ada yang ditunggu, wajah Pa’le Aji langsung merangsek ke kemaluan ranum itu. Bibir dan lidahnya melumat dan menghisap seluruh perangkat kemaluan itu.

Tangan Murni menangkap kepala Pa’le nya, menekannya agar lumatan dan jilatan Pa’le nya lebih meruyak masuk ke dalam Memeknya. Cairan birahi yang asin hangat bercampur dengan air hujan dia sedot dan telan untuk membasahi kerongkongannya yang kering kehausan. Itil Murni dia lumat dan gigit dengan sepenuh gemasnya. Tekanan Murni pada kepalanya berubah jadi jambakkan pada rambutnya. Pantat Murni terus naik-naik menjemput bibir dan lidah Pa’le nya. Tetapi Pa’le Aji tidak akan mengikuti kemauan idealnya. Hitungan waktu mundurnya sudah dimulai.

Kini Pa’le Aji yang sudah meninggalkan celana kolornya di rerumputan pematang, merangkak ke atas dan memeluki tubuh basah hujan Murni. Kontolnya berayun-ayun mencari sasarannya. Paha Murni yang hangat langsung menjepit tubuh Pa’le nya dengan nonoknya yang tepat terarah ke ujung kontol Pa’le Aji. Untuk langkah lanjutannya, mereka berdua, baik yang senior maupun yang yunior sudah terampil dengan sendirinya. Ujung kontol Pa’le Aji sudah tepat berada di lubang Memek istri keponakannya.

Mereka telah siap melakukan manuver akhir sambil menunggu hujan reda. Dan saat mereka saling dorong, Kontol nikmat Pa’le Aji langsung amblas ditelan Memek Murni. Sambil bibir-bibir mereka saling melumat, Pa’le Aji mengayun dan Murni menggoyang. Kontol dan Memek Murni bertemu dalam kehangatan nafsu birahi ruang luar, ditengah derasnya hujan, tiupan angin dan kilat serta petir yang menyambar-nyambar dengan disaksikan oleh segenap dangau yang lengkap dengan berisik ambennya, oleh belalang yang ikut berteduh di atapnya, oleh kodok yang bersuka ria menyambut hujan, oleh wereng yang berlindung di daunan padi yang sedang menguning, oleh baju-baju mereka yang basah dan lengket di badan.

Pa’le Aji mempercepat ayunan kontolnya pada lubang kemaluan Murni. Walaupun dia sangat kagum sekaligus merasai nikmat yang sangat dahsyat atas penetrasi kontolnya pada lubang Memek Murni yang serasa perawan itu, dia tetap “concern” dengan waktu. Murni yang menikmati legitnya kontol Pa’le nya menggelinjang dengan hebatnya. Dia juga ingin selekasnya meraih orgasmenya. Genjotan kontol Pa’le nya yang semakin cepat pada kemaluannya mempercepat dorongan untuk orgasmenya. Kini dia merasakan segalanya telah siap berada di ujung perjalanan. Dan dengan jambakan tangannya pada rambut Pa’le Aji, bak kuda betina yang lepas dari kandangnya Murni memacu seluruh saraf-saraf pekanya.

Kedua kakinya dia jejakkan keras-keras pada tepian amben dangau hingga pantatnya terangkat tinggi untuk menelan seluruh batang kontol Pa’le Aji dan datanglah malaikat nikmat merangkum seluruh otot, daging dan tulang belulang Murni. Cairan birahi Murni muncrat melebihi derasnya hujan siang itu. Terus muncrat-muncrat yang diikuti dengan pantatnya yang terus naik-naik menjemputi kontol Pa’le Aji yang juga terus mempercepat sodokkannya untuk mengejar kesempatan meraih orgasme secara berbarengan dengan orgasme Murni.
Dan pada saat puncratan cairan Memek Murni mulai surut kontol Pa’le Aji yang masih kencang mengayun Memek Murni tiba-tiba berkedut keras. Kedutan besar pertama menumpahkan bermili-mili liter air mani yang kental lengket dari kantong spermanya. Dan kedutan berikutnya merupakan kedutan pengiring yang menguras habis kandungan sperma dari kantongnya.

Sesaat kemudian bersamaan dengan surutnya hujan mereka berdua Pa’le Aji dan Murni yang istri keponakannya terengah-engah dan rebah. Amben dangau itu nyaris terbongkar. Bambu-bambunya ada yang lepas terjatuh. Mereka kini kegerahan dalam dinginnya sisa hujan. Keringat mereka bercucuran rancu dengan air hujan yang membasahi sebelumnya. Pa’le Aji dan Murni telah meraih kepuasan yang sangat dahsyat. Pelan-pelan mereka bangkit dari amben dan turun ke pematang kembali. Murni membetulkan letak kain dan kebayanya. Pa’le Aji memakai celana kolornya yang basah jatuh di pematang dan kembali meraih cangkulnya.

Langit terlihat cepat cerah dan kembali nampak biru dengan sisa awan yang berarak menyingkir. Pohon kelapa di dusunnya nampak melambai-lambai menanti kepulangannya. Murni dan Pa’le Aji yakin bahwa Bu’le maupun Wiji pasti cemas pada mereka yang tertahan hujan ini. Pa’le sudah membayangkan pasti istrinya telah memasak air panas untuk kopinya lengkap dengan singkong rebus maupun goreng kesukaannya. Dan dalam bayangan Murni, Wiji pasti telah sangat merindukannya untuk kembali ngentot di siang hari. Suara kodok di sawah mengantarkan mereka pulang ke rumahnya.

Crott more : Cerita selingkuh, Hujan nikmat di siang bolong – 2 | Cerita Ngentot | Cerita Dewasa
URL Source : http://www.cerita-ngentot.info
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: